Jumat, 16 Oktober 2015

Kisah Cinta

Taliku telah putus , dipotong olehnya. Sakit lara kurasa dihati biru yang membeku karena balasanmu yang begitu tajam. Ketika engkau pilih jabatan daripada amal, kau pilih nama daripada orang yang tak punya asal, kata orang. Inikah janjimu yang kau kata tak mungkin kau dustai itu? Benarkah ini sumpahmu di tasik saat sore yang indah menyapa mata?

Kau, sungguh kejam!

Cintaku kau kubur, kau kubur dalam hingga sisapun tak nampak di mata. Sedih hati aku. Ketika kau bergandeng dengan orang punya nama, punya duit, dan punya asal.

Tak ku larutkan rasa kalut ini terus didada yang sesak. Akan kututup rapat rasa cinta ini. Berlarut membuatku semakin terpuruk. Beban cinta dan wanita tak kupanggul lagi, melainkan kubuang di kubur cinta yang kau buat dengan tanganmu.

Disaat kucoba hilangkan bayang hitam wajahmu. Kau datang kepadaku. Hatiku kubuat tegar, kubuat kuat dan kubuat siap.

Semua rahasia terungkap. Di depanmu, hadapanmu, dan engkau lihat. Aku kalut. Kau tersimpuh tak berkata. Ku teriak membawa hatimu pulang. 

Akupun tak peduli. Ego ku kuat tak terkalahkan dengan ketentraman kalbu.

Tersadarlah ku dari lamunan ego. Ku ikat lagi tali yang putus itu. Kau tak lagi berayun disana. Kalbuku tertancap duri. Mendengar kau tiada ketika ku sadar.

Kasih… tak kurela lembaran kisah cinta ini tertutup tanpa sentuhmu yang lembut.


Kisahku yang kehilangan peranmu…



Catatan Anna:

Saya sangat mengharapkan kritik, saran, dan komentarnya. Tolong tinggalkan pesan dan kesan (CvC)v

Arigatau Gozaimasu… 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar