Taliku telah putus , dipotong
olehnya. Sakit lara kurasa dihati biru yang membeku karena balasanmu yang
begitu tajam. Ketika engkau pilih jabatan daripada amal, kau pilih nama
daripada orang yang tak punya asal, kata orang. Inikah janjimu yang kau kata
tak mungkin kau dustai itu? Benarkah ini sumpahmu di tasik saat sore yang indah
menyapa mata?
Kau, sungguh kejam!
Cintaku kau kubur, kau kubur
dalam hingga sisapun tak nampak di mata. Sedih hati aku. Ketika kau bergandeng
dengan orang punya nama, punya duit, dan punya asal.
Tak ku larutkan rasa kalut ini
terus didada yang sesak. Akan kututup rapat rasa cinta ini. Berlarut membuatku
semakin terpuruk. Beban cinta dan wanita tak kupanggul lagi, melainkan kubuang
di kubur cinta yang kau buat dengan tanganmu.
Disaat kucoba hilangkan bayang
hitam wajahmu. Kau datang kepadaku. Hatiku kubuat tegar, kubuat kuat dan kubuat
siap.
Semua rahasia terungkap. Di
depanmu, hadapanmu, dan engkau lihat. Aku kalut. Kau tersimpuh tak berkata. Ku
teriak membawa hatimu pulang.
Akupun tak peduli. Ego ku kuat tak terkalahkan
dengan ketentraman kalbu.
Tersadarlah ku dari lamunan ego.
Ku ikat lagi tali yang putus itu. Kau tak lagi berayun disana. Kalbuku
tertancap duri. Mendengar kau tiada ketika ku sadar.
Kasih… tak kurela lembaran kisah
cinta ini tertutup tanpa sentuhmu yang lembut.
Kisahku yang kehilangan peranmu…
Catatan Anna:
Saya sangat mengharapkan kritik, saran, dan komentarnya. Tolong
tinggalkan pesan dan kesan (CvC)v
Arigatau Gozaimasu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar