Rabu, 09 September 2015

ANGANKU



Tanah tempatku berpijak, langit atapku yang teduh. Berjalan mencari jalanku yang berliku, berkelok, dan tak menentu. Tuhan, aku hanya ingin mereka tahu bahwa aku ada di didepan mereka. Mengharap suatu pandangan perhatian, sekali saja. Apakah.... mungkin diriku masih seperti anak kecil yang kehilangan perhatian? Mungkin iya, karena aku cengeng, manja, dan tak bisa apa-apa. Tapi dari hati yang terdalam aku iri padamu. Hitam putih jejakmu selalu dituntun, diberi petunjuk dengan pandang yang melelehkan hati.
          Aku tahu bahwa diriku sangatlah cengeng. Bahkan mungkin aku yang tak tahu malu mencari perhatian kalian.
          Bulir bening menggenang di sudut mata hingga mendesak keluar, mengalir begitu saja dari pipi. Aku meringis dalam hati yang tak pernah tenang, gelisah tiap detik. Tangan yang bergetar memegang pena. Kaki yang tak kuat menopang tubuh yang gemetar hingga jatuh di tanah yang tandus. Tubuh ini kian meringkuk, memeluk lutut dengan napas tak teratur. Aku terisak sendiri.
          Dulu hingga sekarang aku hanya dapat mengamati, bertanya memastikan, hingga... tingkahku yang keterlaluan. Aku membutuhkan kalian.... benar-benar membutuhkan pelukan hangat.
          Maaf. Sungguh aku tak bermaksud membuat kalian marah. Aku... aku... hanya... ingin diperhatiakn walau itu tak pantas.
          Aku hanya dapat menggores pena di ujung kertas buram tanpa judul untuk..... hatiku. Menumpahkan beban dengan air mata atas perbuatan yang ku sesali. Memang sifatku sangat keterlaluan hanya untuk diperhatikan.

Maaf... maaf karena telah menyusahkan
Aku... hanya ingin diperhatiakan

Terimakasih m(~,~)m



Silahkan yang berkenan meninggalkan jejak seperti kritik, saran, dan komentarnya tentang kumpulan kalimat alay di atas. *puppy eyes* *dilempar sendal* . Terimakasih m(_ _)m *ojigi dalam-dalam* JAA NE!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar