Tanah
tempatku berpijak, langit atapku yang teduh. Berjalan mencari jalanku yang
berliku, berkelok, dan tak menentu. Tuhan, aku hanya ingin mereka tahu bahwa
aku ada di didepan mereka. Mengharap suatu pandangan perhatian, sekali saja. Apakah....
mungkin diriku masih seperti anak kecil yang kehilangan perhatian? Mungkin iya,
karena aku cengeng, manja, dan tak bisa apa-apa. Tapi dari hati yang terdalam
aku iri padamu. Hitam putih jejakmu selalu dituntun, diberi petunjuk dengan
pandang yang melelehkan hati.
Aku tahu bahwa diriku sangatlah cengeng. Bahkan mungkin aku
yang tak tahu malu mencari perhatian kalian.
Bulir bening menggenang di sudut mata hingga mendesak
keluar, mengalir begitu saja dari pipi. Aku meringis dalam hati yang tak pernah
tenang, gelisah tiap detik. Tangan yang bergetar memegang pena. Kaki yang tak
kuat menopang tubuh yang gemetar hingga jatuh di tanah yang tandus. Tubuh ini
kian meringkuk, memeluk lutut dengan napas tak teratur. Aku terisak sendiri.
Dulu hingga sekarang aku hanya dapat mengamati, bertanya
memastikan, hingga... tingkahku yang keterlaluan. Aku membutuhkan kalian....
benar-benar membutuhkan pelukan hangat.
Maaf. Sungguh aku tak bermaksud membuat kalian marah.
Aku... aku... hanya... ingin diperhatiakn walau itu tak pantas.
Aku hanya dapat menggores pena di ujung kertas buram tanpa
judul untuk..... hatiku. Menumpahkan beban dengan air mata atas perbuatan yang
ku sesali. Memang sifatku sangat keterlaluan hanya untuk diperhatikan.
Maaf... maaf karena telah menyusahkan
Aku... hanya ingin diperhatiakan
Terimakasih m(~,~)m
Silahkan
yang berkenan meninggalkan jejak seperti kritik, saran, dan komentarnya tentang
kumpulan kalimat alay di atas. *puppy eyes* *dilempar sendal* . Terimakasih m(_
_)m *ojigi dalam-dalam* JAA NE!!